The 5th Wave, Misi Menggagalkan Serangan Alien

Haiii...
Dunia memang sedang menghadapi situasi yang tidak enak saat ini. Saking bahayanya penyebaran wabah covid-19, pemerintah sampai menghimbau agar kita di rumah saja, menjauhi kerumunan, jaga jarak dengan orang dan rajin cuci tangan. 

Indozone.com

Sejumlah acara yang menimbulkan kerumunan juga dibatalkan. Alhasil nih, bosen berat di rumah ya? Untung semalam, Bioskop Special Trans TV menayangkan film yang asyik buat di tonton. Tegang sih tapiiii...menghibur. 

Ceritanya tentang seorang gadis SMA, Cassie yang melihat ada pesawat luar angkasa parkir di atas kota. Warga kota ada yang beraktifitas biasa, ada yang pergi meninggalkan kota karena takut. 

Mereka tidak tahu nama benda itu, tapi secara cepat orang-orang memberikan nama The Others. Awalnya tak ada yang berubah di kota itu. Hingga serangan pertama adalah matinya seluruh mesin yang ada di bumi. Listrik, air, benda elektronik, mesin tidak ada yang bisa dijalankan lagi. 

Serangan kedua berupa gempa bumi di kota, gelombang tinggi di dekat danau  dan tsunami di tepi pantai. Serangan ketiga yang dilancarkan adalah mengirimkan virus melalui burung. 

Serangan keempat, semua penghuni bumi yang masih hidup mengungsi di penampungan. Angkatan darat datang seolah jadi penyelamat. Anak-anak dan remaja dipisahkan dengan orang tuanya untuk dibawa ke barak. Sedangkan yang masih tinggal di pengungsian dibunuh. 

Tribunnews
Saat itulah, Cassie (Chloe Grace Moretz) mengerti bahwa manusia sudah dibagi menjadi dua, manusia sesungguhnya dan alien. Ia pun harus menyelamatkan Sam, sang adik yang dibawa ke pangkalan militer AS. 

Berbekal senjata yang diberikan sang ayah yang sudah terbunuh, Cassie berjuang menyelamatkan diri dari setiap pemburu yang mengintainya. Ia pun bertemu dengan Evan Walker (Alex Roe) yang menyelamatkannya dari penembak misterius. 

Mereka harus melawan The Others yang sedang menyiapkan serangan kelima. Yaitu dengan menggunakan anak-anak dan remaja yang dilatih untuk berperang. 

Sementara Sam (Zackary Arthur) dan Ben Parish (Nick Robbinson) serta anak-anak yang lain mulai sadar bahwa sebenarnya merekalah serangan kelima itu. Bisakah Cassie, Evan, Ben dan Sam menyelamatkan bumi dari kehancuran? 

Menonton film ini dari awal sudah banyak menimbulkan banyak pertanyaan. Berbagai kejanggalan juga mulai dirasakan. Terutama pada bagian tentara angkatan darat yang bisa menyalakan mobilnya. Padahal di seluruh dunia, benda yang bermesin sudah tidak bisa dihidupkan kembali.


Ending dari film ini juga terasa aneh. Kok cuma begitu saja? Ha, ha...pengen bisa bikin ending yang berbeda. Baiklah sekian saja review filmnya. 



Review Buku: Belajar Bisnis Sejak Dini


Judul Buku : Kecil-kecil Belajar Bisnis
Co-Writer   : Sofie Beatrix dan Didi Cahya
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan      : I, 2015
ISBN          : 978-602-031-968-1

Dilahirkan di Surabaya pada 11 Mei 2002 dalam kondisi lemah, Wilson Tirta justru telah meraih kesuksesan dalam berbisnis sejak masih kecil. Bayi yang semula sakit-sakitan itu kini berubah menjadi ceria dan murah senyum. Oleh ibunya, Wilson bayi sering diikutkan dalam lomba foto dan kerap memenangkan perlombaan. Seiring sejalan, Wilson terus bertumbuh menjadi anak yang peka melihat peluang-peluang bisnis di sekitarnya.

Tak hanya di situ, Wilson rajin diajak mengikuti pelatihan-pelatihan oleh mamanya. Sebagai seorang ibu rumah tangga, mamanya Wilson terus menambah ilmu dengan mengikuti berbagai pelatihan. Naluri bisnis Wilson ikut bertumbuh ketika mengikuti mamanya pelatihan.

Intinya, aku bisa menjadi Wilson yang sekarang karena jalinan pertemanan. Ramah dengan sesama, menghormati yang lebih tua, bersenang-senang dengan yang seumuran.  hal 41-
 Dukungan dari orang tua untuk kesuksesan anak juga sangat berpengaruh bagi Wilson, dalam buku ini dituliskan bahwa mamanya rela bersusah payah untuk menyiapkan properti pemotretan untuk diikutkan lomba, papanya juga belajar fotografi agar tak selalu mengundang fotografer saat lomba foto.

Jangan meremehkan kedudukan seorang mama dalam rumah tangga. Ibaratnya ia adalah profesional yang memiliki multitalenta luar biasa. Hal 100.

Di buku ini dijelaskan bagaimana orang tua Wilson terutama mamanya berusaha agar tidak sepenuhnya mengendalikan anak seperti yang diinginkan tetapi tetap mendukung minat dan berusaha memahami apa yang menjadi passion anak. Sembarin tetap memberikan rambu-rambu peringatan, memberi tanggung jawab dan tetap memenuhi segala macam keperluan meski sang anak sudah bisa mencari penghasilan sendiri.

Jadi jika kamu calon orang tua atau yang sudah menjadi orang tua, buku ini bagus dibaca sebagai masukan bagaimana mendampingi anak agar sukses mulia. 

Review Film: Jumanji, The Next Level (2019)

Woke.id
Setelah film Jumanji, Welcome to The Jungle tayang pada tahun 2017 lalu kini muncul sekuel yang kedua, Jumanji, The Next Level. Yang ditayangkan mulai bulan Desember 2019.

Jika dulu 4 muda-mudi yang masuk ke dalam permainan konsol game Jumanji ketika masih SMA, sekarang mereka sudah kuliah lho! Masing-masing memiliki kesibukan sendiri dan rencananya mau reunian kembali.

Yang jelas sih, mereka sama-sama tidak mau kembali masuk ke dalam permainan Jumanji lagi, tetapi salah satu dari mereka entah bagaimana secara tidak sengaja tersedot masuk lagi. Parahnya, konsol game yang dulu itu sekarang sudah rusak. Akibatnya mereka tidak bisa memilih karakter sesuai dengan keinginan masing-masing seperti dulu.

Adegan kocak pun terjadi saat ternyata Eddie, kakeknya Spencer ternyata ikut masuk dalam permainan dan memasuki karakter Smolder Bravestone. Dan kawannya Milo, memasuki karakter Mouse Finbar. Ha, ha, ha seru banget kan?

Di sini akting Dwayne Johnson pun teruji, dia harus memerankan peran kakek yang lamban dan keras kepala. Kebayang nggak sih, noraknya si kakek Spencer dalam tubuh atletis Smolder Brevestone?

Layar.id
Martha tetap memasuki karakter Ruby Roundhouse yang cantik dan enerjik. Fridge yang tadinya memainkan karakter Mouse Finbar harus menerima kenyataan masuk ke tubuh profesor Shelly Oberon. Sementara Bethany yang niatnya mau masuk, malah tertinggal di dunia nyata. Nah loo!

Lalu di manakah Spencer? Film pun terus berjalan sampai bertemu dengan karakter baru dalam permainan yang diperankan dengan sangat kocak oleh Awkarin yaitu Ming. 

Saling bertukar karakter pun sempat terjadi antara Martha dan Fridge yang dimanfaatkan dengan lebay oleh Fridge. Dan akhirnya mereka bertukar kembali, huft! 

Sementara si kakek yang harusnya berjaga-jaga saat Ming dan Mouse Finbar mencuri kuda, malah mencari masalah dengan memanfaatkan tubuh Smolder Bravestone untuk mengajak semua yang lewat berkelahi. *parah banget nih, wkwkw! 

Film Jumanji, The Next Level ini tak kalah seru dengan filmnya yang pertama. Semua akting pemainnya luar biasa dalam mendalami peran. Terutama Dwayne Johnson, duh, dia itu harus memerankan 3 katakter sekaligus, Smolder Bravestone, Spencer dan Eddie. Gimana kalo ketiganya tertukar? Bikin pusing penonton nantinya, ha, ha...

Judul : Jumanji, The Next Level
Pemeran:
- Dwayne Johnson sebagai Dr. Smolder Bravestone avatar Spencer
- Jack Black sebagai Profesor Sheldon "Shelly" Obeson avatar Bethany
- Karen Gillan sebagai Ruby Roundhouse avatar Martha
- Kevin Hart sebagai Franklin "Mouse" Finbar avatar Fridge
- Nick Jonas sebagai Jefferson "Seaplane" Mc Donough avatar Alex Vreeke
- Awkwafina sebagai Ming Fleetfoot avatar Spencer yang baru
- Madison Iceman sebagai Bethany Walker
- Rhys Darby sebagai Nigel Billingsley, sang pemandu permainan
- John Ross Bowie sebagai Jorgen Spokesperson, musuh dalam permainan

 

Review Film dan Buku Yustrini Published @ 2014 by Ipietoon